Cara Mengatasi “Error: Your cache directory” pada Plugin WP Super Cache

Error cache directory WP Super Cache
Error cache directory WP Super Cache

Situs web caching adalah salah satu teknologi yang sangat bermanfaat bagi pemilik maupun pengguna sebuah website atau blog. Singkatnya, teknologi ini membuat situs web menjadi sangat cepat, yang pada akhirnya mengarah ke skor Search Engine Optimization (SEO) yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pengguna – belum lagi konversi yang lebih baik dan karenanya meningkatkan pendapatan jika Anda menjual produk atau layanan secara online.

Situs web umumnya dilihat ratusan, ribuan, atau kadang-kadang bahkan jutaan kali per bulan. Biasanya, setiap kali browser meminta halaman web, server harus melakukan banyak pemrosesan data yang rumit (dan memakan waktu). Saat website diakses, server akan memproses permintaan postingan, header dan footer, menemukan widget sidebar situs Anda, dan sebagainya. Namun, dalam banyak kasus, hasil dari semua pemrosesan ini akan persis sama. Bukankah hebat jika kita dapat membuat server mengingat hasil akhir dari pemrosesan data tadi, bukannya memproses setiap permintaan secara terpisah? Inilah yang dilakukan caching!

Saya pikir paling mudah untuk memahami proses caching dengan melihat cara halaman ditayangkan. Katakanlah Anda memiliki blog dengan mengaktifkan caching. Saat pertama kali seseorang mengunjungi halaman blog wordpress Anda, penggunjung akan menerima halaman blog dengan cara biasa: Permintaan diterima, diproses di server, dan halaman blog yang dihasilkan untuk ditampilkan diubah menjadi file HTML dan dikirim ke browser web pengunjung.

Baca juga :   4 Plugin Backup WordPress Gratis Terbaik

Karena caching dihidupkan, server menyimpan file HTML ini – biasanya dalam Random Access Memory (RAM), yang sangat cepat. Saat berikutnya Anda, atau siapa pun, melihat beranda, server tidak perlu melakukan pemrosesan dan konversi ke HTML. Sebaliknya, ia hanya mengirim file HTML yang sudah tersimpan di RAM tadi ke browser pengunjung.

Para Blogger sering menggunakan plugin WordPress WP Super Cache, yang merupakan plugin cache populer untuk memuat halaman web menjadi cepat. Namun, dalam beberapa kasus Anda mungkin mendapat pesan error berikut saat mengaktifkan plugin WP Super Cache:

Error cache directory WP Super Cache
Error cache directory WP Super Cache

Error: Your cache directory (/home/usernamecpanel/public_html/wp-content) did not exist and couldn’t be created by the web server. Check /home/usernamecpanel/public_html/wp-content permissions. Cannot continue… fix previous problems and retry.

Error seperti ini pada umumnya terjadi karena Anda memindahkan situs web blog kami ke folder lain, atau server hosting lain misalnya saat upgrade paket hosting, atau bahkan blog WordPress Anda dipindahkan ke perusahaan hosting lain, yang menyebabkan direktori cache berubah.

Berikut cara memperbaiki plugin WP Super Cache jika pesan error seperti di atas muncul:
1. Login ke Cpanel lalu buka File Manager;

File manager
File manager

2. Edit file wp-cache-config.php yang ada di direktori public_html/wp-content;

file wp-cache-config.php
file wp-cache-config.php

3. Cari item (string) $cache_path

wp cache config - $cache_path
wp cache config – $cache_path

4. Edit item tersebut dengan path atau lokasi direktori anda yang baru. Contoh: $cache_path = ‘/home/usernamecpanel/public_html/wp-content/cache’. Jika Anda pindah hosting dan di perusahaan hosting yang baru anda diberikan akun untuk login Cpanel yang berbeda dengan di perusahaan hosting lama, maka gunakan  username yang baru. Atau jika Anda menempatkannya sebagai Addon Domain, anda tinggal menambahkan nama domainnya menjadi /home/usernamecpanel/ public_html/namadomain.com/wp-content/cache.
5. Setelah diedit klik save dan coba akses halaman plugin WP Super Cache. Plugin Anda siap digunakan.

WP Super cache setting
WP Super cache setting

Demikian cara mengatasi “Error: Your cache directory” pada pugin WordPress WP Super Cache semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.